HAMKA? #09

HAMKA?
H A M K A ?
H  A  M  K  A  ?

Hasil gambar untuk hamka

Siapa sesungguhnya HAMKA itu?

Jika kita berbicara tentang HAMKA, sebenarnya, pada tahu tidak sih kalau HAMKA itu adalah nama singkatan?

Sepertinya tidak, ya.

Sedikit tentang beliau,
HAMKA merupakan singkatan dari nama beliau, Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Beliau adalah seorang pahlawan nasional sekaligus sastrawan yang berperan penting di Indonesia. Beliau menjadi Ketua MUI pertama, berperan aktif dalam Muhammadiyah, dan masih banyak lagi.

HAMKA sangat menginspirasi banyak orang, termasuk saya sendiri. Jika saya hidup di masa pergerakan nasional, saya sangat ingin menjadi beliau. Kenapa, ya? Let's see.

HAMKA sejak kecil diasuh oleh orangtuanya dengan ajaran Islam. Seiring bertambahnya usia, beliau semakin berani untuk pergi jauh yang sebenarnya beliau lakukan untuk menghindari konflik kedua orangtuanya. Namun, beliau juga menimba banyak ilmu dalam perantauannya.

Beliau tidak berpendidikan tinggi, hanya mencari ilmu lewat guru ke guru, tapi kecerdasannya sungguh luar biasa. Ini membuat saya merasa iri. Pemikiran beliau juga sangatlah tinggi, sulit dimengerti oleh akal biasa. Sampai sekarang, pemikirannya sangat berpengaruh terhadap Indonesia.

Beliau juga mendapatkan gelar Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar Kairo karena karya-karyanya yang luar biasa. Hal ini membuktikan bahwa sesungguhnya tanpa pendidikan formal yang tinggi , kita tetap bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Dari sisi ini, saya rasanya ingin bertukar tempat dengan beliau karena kecerdasannya.

Lalu, HAMKA adalah seorang yang teguh pendirian. Dapat dilihat ketika beliau mengeluarkan fatwa tentang larangan untuk merayakan natal. Walaupun ditentang oleh banyak orang, beliau tetap tidak akan mencabut fatwa tersebut. Beliau bahkan rela untuk turun dari jabatannya sebagai Ketua MUI pada saat itu agar fatwa tentang natal itu tidak dicabut.

Melihat kondisi remaja masa kini, banyak (atau hampir semua) yang mudah terpengaruh oleh lingkungan eksternal. Pergaulan bersama teman, sosial media, dan teman-temannya dengan mudahnya mempengaruhi pemikiran mereka. Hal ini membuat saya, yang kini sedang ‘terjebak’ di masa remaja ingin memiliki tameng diri yang kuat seperti yang dimiliki oleh HAMKA.

Dan, ini adalah alasan terbesar mengapa saya ingin menjadi HAMKA.

Hasil gambar untuk di bawah lindungan ka'bah

HAMKA merupakan salah satu sastrawan yang masyhur di Indonesia. Beliau menulis berbagai jenis karya, dari tafsir Al-Qur’an, novel, dan majalah. Berbicara tentang novel, saya suka (atau mungkin cinta?). Maka dari itu, saya ingin menjadi penulis novel yang dapat bermanfaat sampai kapanpun seperti HAMKA. Terbukti, salah satu karyanya yang berjudul 'Di Bawah Lindungan Ka'bah' sudah difilmkan dan sukses di dunia perfilman. Tidak hanya menghibur masyarakat dengan karyanya, tapi beliau juga menyisipkan ajaran Islam di dalamnya dan ini merupakan salah satu strategi dakwah Islam.

Hasil gambar untuk tafsir al azhar
Novel sukses, lalu apa ada yang lain? Perlu diketahui bahwa HAMKA juga menulis Tafsir Al-Azhar yang sekarang menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat. Apakah kalian tahu bahwa Tafsir Al-Azhar ini beliau tulis saat beliau di penjara? Hayoo. Nah, walaupun beliau ini terkunci di dalam jeruji bisa, beliau tetap bisa menciptakan karya yang luaaar biasa. Hebat, kan?

Lalu, jika saya menjadi HAMKA, apa ya kira-kira yang bisa saya lakukan dan belum beliau lakukan pada waktu itu?

Karena beliau merupakan seorang sastrawan, mungkin, saya akan lebih meningkatkan kemampuan saya dalam sastra. Terus menulis, menulis, dan menulis. Mengemukakan argumen melalui tulisan. Lalu, saya akan mendirikan persatuan penulis yang ingin Indonesia merdeka dengan untaian kata-kata. Dengan ini, persatuan para penulis yang hidup pada masa pergerakan nasional dapat menyatukan kekuatan untuk melawan para penjajah yang tidak tahu diri itu.

HAMKA sangatlah luar biasa. Sampai sekarang, kita dapat merasakan kehadirannya melalui karya-karya beliau. Sungguh berjasa beliau ini.


Hasil gambar untuk hamka

Terima kasih atas jasanya, Pak Haji!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masa Awal, Radikal, dan Moderat #11

Family Tree #03

Sejarah Indonesia? #02